Karya Tulis Guru Ida Juhanah M.Pd bulan April 2023

 SARUNG



Sebut saja ada dua gadis kecil adalah Uli dan Markonah bersahabat dekat tinggal di suatu pedesaan di Jawa Barat. Adalah sebuah tradisi setempat anak anak seusia gadis gadis kecil ini mengaji ke Pa Ustad di suraunya setiap bada magrib sampai Isya. Pakaian yang dikenakan adalah pakaian sehari hari mereka yang ditambah kerudung panjang yang diselempangkan dan sarung.untuk.menutupi kakinya.

Suatu hari Markonah datang mengaji tidak membawa sarung karena lupa.

Markonah ; Uli saya lupa ga bawa sarung. Gimana ya ? Takut pa Ustad marah.

Uli : iyalah Pa Ustad bakal marah, saat mengaji kita harus menutup aurat.

Markonah : Duh gimana ya kalo saya pulang nanti kemaleman ga akan bisa mengaji, Pa Ustad juga bakal marah juga.

Uli : Ya udah gini aja, kita pake sarung berdua masih bisa kan. Yang penting kita bisa ngaji malam ini.

Markonah : Oh iya ya ... Alhamdulillah kita bisa ngaji bareng malam ini, terima kasih Uli

Uli : sama sama

Sudah menjadi cerita harian bahwa surau pa Ustad kalo malam malam lagi sunyi suka ada bunyi bunyian yang tidak lazim atau ada gerakan gerakan benda yang tiba - tiba. Ini menakutkan anak anak , sehingga mereka selalu bergerak berkumpul sama sama terus.

Malam itu anak anak sudah berkumpul di surau dengan penerangan lampu tempel karena belum ada listrik, menunggu pa Ustad datang. Di sekeliling terdengar suara.suara binatang kecil saling bersahutan. Anak anak mencoba tegar dan tak perduli dengan semua keadaan yang terasa mencekam tersebut.

Anak - anak : Alhamdulillah Pa Ustad datang. 

Pa Ustad : Berdoa anak anak semua sebelum kita mengaji ya

Anak anak : iya ... (Serentak)

Mulailah anak anak.mengaji satu persatu, tidak terkecuali Uli dan Markonah.

Baru selesai ngaji tiba tiba ada suara gedebuk dari tempat imam shalat

Sontak anak anak berhamburan "hantu hantu"

Uli dan Markonah dan dengan sigap melarikan diri. Apa daya mereka tidak bisa bangun setiap mereka berhasil berdiri selalu tersangkut sarung yang mereka terjatuh terjatuh dan terjatuh.

Uli dan Markonah panik luar biasa sambil teriak teriak " tungguin tungguin " sangat ingin menangis tapi tak mampu. 

Setelah keduanya barulah mereka membuka sarungnya dan bisa lari walau mereka yang belakang.

Setelah di jalan pulang ke rumah baru reda ketakutannya. Dan hanya bisa pulang tertawa tawa terpingkal pingkal memikirkan kejadian di surau. 




 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karya Tulis Guru Ida Juhanah, M.Pd bulan Maret 2023