Karya Tulis Guru Bulan Oktober 2022 An. Susilowati Handayani
AL HAFIZH
Saat aku sedang asyik membuka medsos , Aku mendengar suara ibuku memanggil dan memintaku untuk mengambilkan ember di lantai 2, aku bersegera memenuhinya. Beberapa saat kemudian aku turun Kembali dengan membawa pakaian yang sudah disetrika, lalu aku menatanya di lemari. Suara ibuku Kembali memanggilku “ Mana embernya?”. Seketika aku tersentak lalu berpikir ko bisa yang kubawa bukan ember tapi pakaian, aku hanya bisa ber istigfar dan Kembali ke lantai 2 untuk mengambil ember.
Ingatan manusia memang betul-betul terbatas, walaupun beberapa manusia dianugrahi daya ingat yang tinggi tapi aku yakin mereka tidak akan mampu mengingat semua peristiwa yang mereka alami satu bulan yang lalu secara detail dan kronologis. Sebagian besar manusia hanya mampu mengingat beberapa peristiwa mungkin dengan batasan waktu tertentu, tapi bagiku dengan usiaku yang sudah mencapai kepala empat sangat sulit mengingat kejadian pada minggu lalu secara detail. Terkadang Ketika aku sedang berjalan menuju rumah, seseorang menyapaku dan mencium punggung tanganku , aku hanya bisa yakin anak ini pasti adalah salah satu siswa yang pernah aku ajar di masa lalu, aku jarang sekali mampu mengingat nama mereka, kebanyakan mereka akan menyebutkan nama mereka sendiri karena melihat ekspresi wajahku yang kesulitan mengingatnya.
Surat An Nahl :70
“Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu , dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun) supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah dia ketahui”
Menurut ayat di atas adalah suatu hal yang pasti bahwa di antara kita akan ditakdirkan menjadi tidak mengingat lagi apa yang pernah kita ketahui tapi tidak semua manusia . Aku teringat nenekku , menjelang hari-hari terakhirnya di akhir usia 80, wajah cantik yang dipenuhi kerutan dan sorot mata lelahnya tidak memberikan ekspresi apapun saat kami cucu-cucunya meminta beliau untuk menyebutkan nama kami.
Menjadi lupa akan semua hal yang pernah kuketahui adalah sesuatu yang menakutkan bagiku Tak terbayang apa yang ada dalam pikiran orang-orang yang ditakdirkan seperti itu. Aku pernah mendengar kisah kakek temanku yang menderita Alzheimer selama bertahun-tahun, yang beliau lakukan hanya berwudhu lalu mengerjakan shalat, begitu setiap hari,jumlahnya lebih dari shalat 5 waktu, hingga anak cucunya mengingatkan bahwa ini belum waktunya untuk shalat tapi entahlah apa yang ada dalam benaknya tetap saja beliau melakukannya. Temanku bercerita , saat kakeknya belum pikun, beliau sangat mengutamakan dan mencintai amalan shalat , selalu shalat tepat waktu dan selalu mengerjakan amalan shalat sunnat lainnnya. Lalu aku berpikir” walau pikirannya tak mampu untuk mengingat tentang apapun tetapi anggota tubuhnya masih mengingat apa amalan kecintaannya”.
Dunia kedokteran mungkin bisa menjelaskan secara rinci bagaimana syariatnya penyakit pikun atau yang dikenal dengan dementia atau Alzheimer ini terjadi. Bahwa system saraf kita terdiri dari jutaan saraf yang saling terkait satu sama lain dari otak hingga reseptor di seluruh tubuh. Kita bisa menganggapnya seperti suatu rangkaian kabel listrik atau saluran telepon yang menghubungkan otak dan tubuh kita yang memungkinkan mereka berkomunikasi. Penyakit pikun mungkin merupakan akibat kerusakan struktur system sinyal otak (system yang mengendalikan emosi dan ingatan). Kondisi tersebut disebabkan karena kerusakan otak atau penyakit saraf.
Ketika salah satu kabel tidak berfungsi, komunikasipun mustahil akan terjadi, tetapi Allah AL HAFIZH Yang Maha Menjaga, akan selalu melindungi hamba yang selalu taat kepada NYA . Bahkan disisa waktunya saat syaraf otak pengendali ingatan tak berfungsi, anggota tubuh lainnya tak perlu menunggu sinyal dari otak untuk melaksanakan ibadah. Dengan izin Allah, tubuhnya telah mengingatnya, menyimpan amalan-amalannya di setiap sel-sel hingga menjaganya dari hal-hal yang memalukan atau merugikan diri dan orang-orang di sekitarnya.
Maka aku menjadi takut dan memohon kepada Allah agar dijauhkan dari penyakit ini , tak terbayang jika mendapatkan penyakit tersebut mungkin tubuhku hanya akan mengingatkanku untuk sibuk dengan HP ku....Nauzubillahiminzalik
“Kami berlindung kepada Allah dari hal itu”
Komentar
Posting Komentar